Tiap manusia di dunia ini pasti menginginkan pahala dari-Nya yg berlipat,

Lalu pertanyaannya adalah apakah ibadah yg lebih banyak/berlebihan itu akan lebih banyak mendapatkanpahala dari pada ibadah yg biasa2 saja??

dalam hadist dikatakan

  • Dari Ibn Mas’ud r.a, bahwa Nabi SAW bersabda: “Pasti binasa orang-orang yanga berlebih-lebihan (dalam beragama).” Beliau mengucapkan berulang-ulang 3 kali. (HR. Muslim)

  • Dari ‘Aisyah r.a, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang kamu mengantuk (berat) saat melakukan shalat malam hendaklah tidur hingga rasa kantuk itu hilang dari padanya. Karena apabila ia shalat dalam keadaan mengantuk, maka dia tidak tahu barangkali dia bermaksud memohon ampun ternyata dia mencaci dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)
  • Dari Abu Abdullah Jabir Ibn Samurah r.a, dia berkata: “Saya shalat bersama Nabi SAW pada semua shalatnya ternyata shalat beliau itu sedang dan khutbahnya sedang. “(HR. Muslim)
  • Dari Abu Juhaifah Wahab Ibn Abdullah r.a, dia berkata: “Nabi SAW mempersaudarakan antar Salman dan Abu Ad-Darda’ kemudian Salman mengunjungi Abu Ad-Darda’.  “Dia melihat Ummu Ad-Darda’ hanya berpakaian lusuh (pakaian kerja) maka dia bertanya: “Mengapa kamu seperti ini (tidak berdandan)?” Dia menjawab: “Saudaramu Abu Darda’ tidak memiliki keinginan terhadap dunia.” Lalu datanglah Abu Darda’, dia langsung membuat makanan untuknya. Kemudian dia berkata: “Makanlah, karena aku puasa.” Maka Salman berkata: “Aku tidak mau makan, kalau kamu tidak makan.”  Tatkala malam tiba,  Abu Darda’ hendak pergi shalat malam maka Salman berkata kepadanya: “Tidurlah.” Diapun kemudian pergi tidur, kemudian (setelah itu) dia ingin bangun malam. Dia berkata lagi kepadanya: “Tidurlah dulu.” Dia akhirnya tidur. Maka tatkala tiba akhir malam Salman berkata kepadanya, “Bangunlah sekarang.” Akhirnya mereka berdua shalat bersama-sama. Maka Salman berkata kepadanya: ” Sesungguhnya bagi Tuhanmu ada hak atasmu, bagi dirimu sendiri ada hak atasmu dan bagi istrimu ada hak atasmu. Maka berikanlah kepada yang berhak haknya masing-masing.” Kemudian dia datang kepad Rasulullah SAW, dia menceritakan hal itu kepada beliau, maka Nabi bersabda: “Salman benar.” (HR. Bukhari)

Semoga dari hadist di atas dapat di ambil pelajarannya. Semoga bermanfaat.