Ada suatu cerita tentang yang membuatku bertanya-tanya dalam diriku sendiri, begini nih ceritanya

Sabtu, 14 November jam pelajaran ke 5-6, bahasa indonesia dengan pak A. Pak A adalah seorang guru yg agak nggak disenangi sama tmn2 sekelas karena sistem pengajarannya itu lho..kadang nggak jelas, mbosenin soalnya kita cuma disuruh memandan ke LCD dengerin bapaknya ceramah tentang materi beliau. Pelajarannya dapet jatah dari jam 10.30-12.00. Hanya ada segelintir siswa yang ndengerin penyampaian materi beliau mungkin 5-6 orang aja, termasuk aku, prinsipku pokoknya kalo ada orang yg berbicara di depan siapa pun itu harus diperhatiin jangan membuat pembicaraan sendiri. Nah ketika jam nunjukin sekitar jam 11-40 tiba tiba ada suara adzan dari mushala Baitul Ilmi yg tepatnya ada di samping kelasku, beliau diam aku tanya dalam hatiku, “lho pak, kok diem knapa??” aku kira karena beliau marah murid2nya pada nggak merhatiin. Eh, setelah adzan itu berhenti beliau berkata, “yah, kita lanjutkan!”. “Subhanallah, jadi itu to maksud beliau diem tadi”, kataku dalam hati, jadi karena ada adzan ya.

Mungkin kedengarannya biasa aja, tapi asal Anda tau Pak A adalah seorang non muslim.

Kenapa jadi sesuatu yg unik? karena disisi lain guru agama saya yang kebetulan juga mendapat jatah mengajar jam ke 5-6, jika beliau mendengar adzan materi tetap disampaikan padahal seharusnya guru agama islam lebih mengetahui tentang hukum bahwa bila seseorang mendengar adzan maka hendaknya mereka diam dari pekerjaannya dan menjawab adzan tersebut bukan. Tapi, hal itu hanya sekedat teori bahkan bagi kebanyakan umat islam sendiri. Mengapa orang non islam saja mau menghargai seruan Allah itu sedangkan kita sebagai umat Islam kadang mengabaikannya.

Marilah jadikan hal-hal yang kecil tadi sebagai pelajaran bagi kita untuk dapat memperbaiki diri ini

Semoga bermanfaat^^