Setiap dari kita pasti punya rasa kasih sayang, tapi sesungguhnya kasih sayang yang abadi hanya milik Allah. Kayak lagu dari salah satu grup nasyid (lupa namanya,,hehe)

kasih manusia sering bermusim
sayang manusia tiada abadi
kasih Tuhan tiada bertepi
sayang Tuhan janjinya pasti

Nah, ada cerita nih tentang kasih sayang. Cerita nyata bukan imajinasi.
Alkisah ada seorang ibu-ibu pedagang baju, sebut saja namanya Bu M. Dia berjualan di alun-alun utara kota yogyakarta (yg ada kratonnya itu tuh). Suatu siang yang terik Bu M merasa pusing karena panasnya sengatan matahari, ditambah dagangannya sedari pagi tadi belum ada yang laku. Hanya ada beberapa pengunjung yang mampir dan menawar dengan harga yang kurang dari standar. Akhirnya Bu M mencari minuman hangat, kebetulan di dekatnya berjualan ada tukang ronde.Yah walaupun sama-sama panas tapi tetap terasa nikmat.
Ketika mau membayar, pak tukang ronde yang terlihat sudah sangat sepuh (tua) tersebut tidak mau menerima uangnya. “Mboten sah bu, kula ikhlas” (terj=“gk usah bayar bu, saya ikhlas”), kata pak ronde. Lah Bu M malah bingung, tapi ya mau gimana lagi. Karena Bu M merasa berutang budi sama tukang ronde itu beliau memutuskan untuk memberi baju jualannya saja. “Pak niki kula paringi sandhangan, ditampi nggih pak” (terj=“Pak ini saya kasih baju, diterima ya pak). Walaupun dari pagi belum laku yang penting kebaikan dari orang lain terbalaskan.
Tak selang lama dari itu ada 2 orang pelajar yang berwisata, mereka tampak terburu-buru. Tiba-tiba menghampiri stand Bu M dan mengambil 1 kaos sambil menyodorkan uang 40 ribu. “Bu beli yang ini bu, tolong dibungkus cepet, bisnya keburu berangkat”. Bu M malah bingung, “40 ribu ambil 2?”. “Gk bu, 1 ini aja lho”. Benar-benar tak terduga, pertolongan Allah memang selalu datang dari arah yang tak kita duga. Kemeja yang biasanya hanya dijual 15 ribu bisa laku 40 ribu. Subhanallah. Alhamdulillah.

Jangan pernah lupa bahwa Allah itu tidak pernah tidur. Dia menyaksikan apa saja yang kita lakukan. Setiap kebaikan pasti akan dicatat walaupun hanya sebesar biji sawi, walaupun hanya sekedar memindahkan batu dari jalanan. Kasih sayangnya akan selalu ia limpahkan kepada hamba-hambanya.

“Cintailah yang di bumi maka kau akan dicintai oleh yang di langit”🙂