21 Juli 2011
Posting ini ditulis karna terinspirasi percakapan tadi pagi dengan seorang owner toko busana muslimah yang notabene menurutku care sama Islam.
Jadi ceritanya pagi tadi aku janjian ketemu sama owner toko X itu, sebut saja mbak mawar (bukan nama sebenarnya :D), untuk follow up proposal kerjasama RDk 1432 H. Nah kebetulan kan taun ini aku jadi PJ Semarak Jilbab dan Kopiah makanya kerjasama ke toko2 busana muslim. Beliau baca proposalnya dan nanya beberapa hal tentang acara2 itu, huff kayak cerdas cermat!
Singkat cerita beliau menanyakan filosofi kenapa kita taun ini mengangkat tema “Indonesia Berakhlak Islami, Wujudkan Kebangkitan dan Kesatuan Negri”. Mbak Mawar juga tanya, apa hubungan nasionalisme dgn kebangkitan umat coba.

Sebenarnya yang jadi masalah apa sih, sampai2 umat Islam yang udah berabad-abad tumbuh dan berkembang di muka bumi ini sekarang keadaannya ‘mengenaskan’? Kenapa Islam yang sekarang belum seperti ketika Rasulullah masih ada dulu, jadi keinget lirik sebuah lagu

Adakah kau lupa, Kita pernah berjaya
Adakah kau lupa, Kita pernah berkuasa
Memayungi dua per tiga dunia
Merentas benua melayar samudera…
.

Kalau cara berpikir simpelnya biar bangkit itu, masyarakatnya harus sepaham setujuan. Tapi, ini Islam. Ini agama, ideologi, yang tidak dapat disatukan dengan mudahnya. Ketika ada pertanyaan itu maka jawabannya akan tertuju pada akhlak dan akidah sebagai awal dari semua permasalan ini. Tapi menurut mbak mawar tak cukup dari sisi itu, memang teorinya seperti itu, tapi aplikasi di lapangan seharusnya bagaimana?

Kalau itu menyangkut tentang akhlak, Mesir misalnya, negara yang jadi tempat kunjungan haji. walaupun jadi negara saksi perjalanan haji umat manusia, tapi nyata-nyatanya disana tetap saja ada pelacur. Sedangkan di Amerika, negara adi kuasa, disana masih ada saudara kita yang memegang teguh prinsip ke-Islaman dalam hatinya dengan sepenuh hati. Makna dari semua ini adalah bahwa apa yang sebenarnya kita cari, maka pasti akan kita temui.

Sepaham dengan apa yang disampaikan mbak mawar, jadi akar dari segala permasalahan ini sebenarnya adalah menyangkut penerapan syariat Islam yang sebenar-benarnya dalam kehidupan saat ini. Penegakan atas hukum dalam Islam. Jikalau saja hukum Islam masih diterapkan di Indonesia ini pasti tak akan jadi seperti ini nasib Indonesia. misalnya saja bagi para pencuri, maka akan dipotong tangan dan kakinya secara menyilang, dengan demikian orang yang ingin melakukan hal yang serupa akan berpikir 2 kali untuk melakukan itu semua.

Mari coba mengamalkan hukum-hukum Islam tersebut mulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal yang sederhana sekalipun🙂