Tertarik untuk berbagi kisah tentang pengalaman masak ni. Awalnya ini karna paksaan adanya praktikum gizi kuliner di jurusan Gizi Kesehatan UGM. Tapi, semoga bisa jadi awal yang baik pula karna mau nggak mau besok2 kita harus bisa masak untuk keluarga kita biar lebih irit.

okay…jadi ceritanya praktikum gizi kuliner edisi pertama ini temanya masakan nusantara dan kelompokku dapat jatah masak tumpeng! Pertamanya tertarik untuk bikin tumpeng mitoni, yang digunakan untuk peringatan 7 hari kelahiran seorang bayi. Tapi berhubung masakan-masakan pendampingnya ribet, beberapa diantaranya adalah jenang 7 macem, jajanan pasar 7 macem, rujak dari 7 macem buah, dsb lah…namanya juga mitoni, makanya makanan pelengkapnya berunsur 7 macam, angka 7 dalam bahasa jawa disebut “pitu”.

Nah karena nggak kebayang mau nyiapinnya kayak gimana akhirnya kita putuskan untuk bikin tumpeng rasulan….Jadi tumpeng rasulan itu dibuat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi denger-denger juga di Gunung Kidul, Yogyakarta juga sering membuat tumpeng rasulan. Yang membedakan adalah tumpeng rasulan dari Gunung Kidul ini dibuat dalam rangka menyambut masa panen.

berhubung masih amatiran bikin link jadi, silakan yang tertarik dengan tumpeng rasulan, ini makalah tumpeng rasulanku…selamat mencoba ^^

A. Pendahuluan

Tumpeng Rasulan biasanya dibuat saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tumpeng ini juga sering disebut sebagai Tumpeng Tasyakuran yang bertujuan untuk ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

B. Isi Tumpeng

Menu yang tersaji dalam Tumpeng Rasulan adalah sebagai berikut:

  1. Tumpeng nasi gurih atau nasi uduk
  2. Ayam ingkung bumbu areh
  3. Lalapan (mentimun, daun kemangi, kol, dan taoge)
  4. Rambak goreng
  5. Kedelai hitam goreng
  6. Tumis cabai hijau
  7. Telur pindang
  8. Pisang raja setangkep.

C. Makna

1. Bentuk dan Warna Tumpeng

Bentuk kerucut pada tumpeng sebagai lambang harapan kepada yang Maha Agung agar permohonan terkabul. Selain itu, bentuk kerucut melambangkan gunungan (méru) sebagai sifat awal dan akhir, simbolisasi dari sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan akan kembali lagi (berakhir) pada Tuhan. Warna putih pada nasi uduk menandakan kesucian.

2. Nasi Uduk

Nasi yang digunakan adalah nasi uduk sebagai lambang permohonan keselamatan dan kesejahteraan Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya termasuk penyelenggara dan peserta upacara.

3. Ayam Ingkung Bumbu Areh

Merupakan simbol kesucian dan kepasrahan manusia dalam menyembah Tuhan dengan khusuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening). Ketenangan hati dicapai dengan mengendalikan diri dan sabar (nge”reh” rasa). Hal ini digambarkan dari posisi ingkung yang unik karena mirip posisi sholat, yaitu bagian sayap dan kaki diposisikan menghadap ke belakang sementara kakinya menunduk ke bawah.

4. Lalapan (Mentimun, Daun Kemangi, dan Taoge)

Lalapan merupakan jenis sayur-sayuran, hal ini melambangkan ketenteraman dan rezeki yang melimpah. Taoge sendiri melambangkan kesuburan dan menandakan bahwa manusia mengalami proses pertumbuhan.

5. Kacang panjang

Kacang panjang yang cenderung menjadi garnish melambangkan agar manusia selalu berpikir panjang sebelum bertindak. Selain itu sebagai perlambangan umur panjang

6. Telur Pindang

Telur direbus pindang bukan didadar atau mata sapi dan disajikan utuh dengan kulitnya, jadi tidak dipotong, sehingga untuk memakannya harus dikupas terlebih dahulu. Hal tersebut melambangkan bahwa semua tindakan kita harus direncanakan (dikupas), dikerjakan sesuai rencana, dan dievaluasi hasilnya demi kesempurnaan. Telur pindang juga melambangkan kebulatan tekad

7. Pisang Raja Setangkep

Pisang raja melambangkan “sabda pandhita ratu” atau apa yang telah diucapkan raja tidak boleh ditarik kembali. Hal ini mengandung arti bahwa apabila telah memutuskan sesuatu harus mantap dengan segala pertimbangan. Selain itu, pisang raja juga sebagai lambang harapan agar hidup bahagia seperti raja.

D. Resep

1. Nasi Uduk

Bahan        : 1 kg beras

1200 ml santan

2 sdm garam

daun salam

sereh

Cara membuat:

  1. Kukus beras hingga panas.
  2. Masak santan, garam, daun salam dan sereh hingga mendidih (jangan lupa selalu diaduk agar santan tidak pecah), angkat.
  3. Masukkan beras yang setengah matang ke dalam santan panas, aduk rata biarkan hingga santan terserap habis dan beras menjadi aron.
  4. Kukus lagi 20 menit hingga matang, angkat

 

2. Ayam Ingkung Bumbu Areh

Bahan        : 1 ekor ayam kampung utuh

4 lembar daun jeruk

750 ml santan sedang

2 sendok makan minyak

benang kasur untuk mengikat

Bumbu halus         : 7 buah cabai merah

4 siung bawang putih

6 butir bawang merah

4 butir kemiri

garam secukupnya

Cara membuat       :

  1. Sayat sedikit bagian paha ayam kemudian masukkan salah satu cakar ayam ke dalamnya.
  2. Ikat kepala dan sayap ayam hingga kepala dapat tegak dengan menggunakan benang kasur. Sisihkan
  3. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk hingga harum dan kemudian masukkan ayam
  4. Setelah ayam berubah warna, masukkan santan.
  5. Masak hingga ¾ matang dan bumbu meresap kemudian angkat.
  6. Siapkan loyang yang sudah di alasi alumunium foil.
  7. Panggang ayam dalam oven sambil di oles dengan sisa bumbu tadi.

 

3. Rambak Goreng

Bahan        : 500 ml minyak goreng

rambak mentah

Cara membuat :

  1. Panaskan minyak goreng
  2. Goreng rambak sampai mengembang
  3. Tiriskan

 

4. Kedelai Hitam Goreng

Bahan        : 100 gram kedelai hitam

air untuk menyeduh

1 sendok teh garam

500 ml minyak goreng

Cara membuat :

  1. Seduh kedelai hitam goreng dengan air mendidih
  2. Tiriskan
  3. Setelah dingin kemudian campurkan dengan 1 sendok teh garam
  4. Goreng hingga matang kemudian tiriskan

 

5. Tumis Cabai Hijau

Bahan        : 5 buah cabe hijau yg besar besar panjang

1 sdm kecap tawar

1 – 2 sdm cuka beras

garam secukupnya

merica secukupnya

1 sdm minyak goreng

Cara membuat :

  1. Cuci bersih cabe, potong potong besar, keringkan dengan lap atau tissue makan.
  2. Goreng cabe tanpa minyak, sampai kulitnya berubah jadi belang belang.
  3. Masukan minyak, aduk rata, lalu masukan sisa bahan lain. masak sebentar sampai cukup layu

 

6. Telur Pindang

Bahan        : 10 butir telur ayam

25 lembar daun jambu

garam secukupnya

25 gram kulit bawang merah/ daun jambu biji/ daun jati

air untuk merebus

Cara membuat :

  1. Masukkan semua bahan dalam panci perebus hingga telur terendam.
  2. Rebus selama 1 jam hingga kulit telur berwarna cokelat
  3. Untuk memberi motif batik, pukul – pukul kulit telur hingga retak kemudian rebus kembali selama 30 menit dan kemudian angkat

 

7. Bahan Garnish dan lalapan

Kacang panjang                ¼ kg

Mentimun                             ¼ kg

Daun kemangi                    1 ikat

Taoge                                    ¼ kg

Tomat                                   4 buah

Daun pisang                      1 gulung

 

8. Alat yang dibutuhkan

Pisau                                           2 buah

Gunting                                        2 buah

Tampah ukuran sedang           1 buah

Tampah ukuran kecil                 1 buah

Cetakan tumpeng                       1 buah

Streples                                        1 buah

Piring                                             6 buah

Sendok                                          5 buah

Garpu                                             5 buah

Spatula                                           2 buah

Wajan                                             2 buah

Panci                                              1 buah

Serbet                                            2 buah

 

E. Penutup

Berikut ini adalah gambar contoh tumpeng rasulan hasil kreasi kelompok kamii😀

tumpeng syukuran