Kasih Ibu Sepanjang Hayat, Kasih Anak Sepanjang Jalan

Pernah dengar tentang pepatah di atas kan??

Hari ini aku belajar memahami lebih banyak tentang kalimat sederhana itu. Pelajaran tentang sebuah rasa cinta, ketulusan, keikhlasan, kasih sayang yang mendalam dari seorang ibu.

Ibu adalah sosok seseorang yang paling menyayangi kita. Paling perhatian dengan kondisi kita. Paling rela mengorbankan seluruh apa yang dimilikinya untuk kita, bahkan nyawanya sekalipun. Ingat masa ketika kita masih berada dalam kandungannya, perjuangan selama 9 bulan, menjaga kita agar tetap sehat. Itu semua bukan sesuatu yang mudah. Tapi…ibu kita mengaggap semua itu mudah, semua itu menyenangkan. hanya demi memberi kesempatan kepada kita untuk menikmati warna-warninya dunia. Seseram apapun, segalak apapun…seorang ibu adalah yang paling menyayangi kita.

Ketika kita sedang tidur, maka tanpa diketahui beliau mengelus rambut kita, mengusap kening kita, dan mengucapkan “Selamat tidur anakku…” tak lupa sepenggal do’a juga beliau kirimkan untuk lebih menyamankan tidur kita.

Ketika kita bangun tidur, ibu selalu berusaha sepagi mungkin untuk memberikan sarapan kepada kita. Tak terpikirkan nanti dia akan makan apa, asalkan kita bisa makan dengan lahap, beliau sudah sangat senang.

Ketika kita meminta dibelikan sesuatu, tetapi ibu sedang tak mempunyai uang, maka beliau akan bekerja lebih keras dari biasanya demi melihat anaknya tersenyum mendapatkan apa yang dia harapkan.

Senakal apapun, sebawel apapun, semenjengkelkan apapun kita, yakinlah bahwa ibu adalah orang yang paling mencemaskan keadaan kita ketika kita tak berada di rumah, tak bersama dengan ibu kita.

Marahnya, omelannya, pukulannya…sebenarnya beliau tak kuat hati melakukan semua itu. Tapi, demi melihat anaknya menjadi seseorang yang terbaik maka dikalahkannyalah rasa iba itu. Pada dasarnya itulah bukti kasih sayangnya pada kita, agar kita lebih baik.

Memang tak salah ketika Nabi Muhammad memerintahkan sampai 3 kali kepada kita untuk taat kepada ibu. Sungguh….sosok yang tak bisa tergantikan. Saking istimewanya, bahkan di sebutkan bahwa murka orang tua (terutama ibu) adalah sama saja dengan murkanya Allah

Bersyukurlah kita yang hingga kini masih didampingi sosok seorang ibu. Sosok yang selalu menjadi panutan perjuangan menjalani lika-liku hidup. Sosok yang tak kenal lelah, mempunyai semangat yang tinggi, dan segala hal yang tak akan mampu kusampaikan.

Cintailah ibu….dari dulu hingga hari terakhir kehidupan kita. Jangan pernah terkurangi sedikitpun cinta kita padanya. Jangan sampai dengan datangnya pasangan hidup, membuat kita membagi cinta yang ada dengan pasangan hidup kita. Sekali lagi, jangan sampai cinta kita kepada ibu terkikis karna sesungguhnya cinta ibu sepanjang hayat maka cintailah ibumu hingga akhir hayat karena Allah.

~pojokan kamar setiaku~