repost dari web tetangga…teruntuk sahabat seperjuangan, semoga langkah kita selalu dimudahkan dan selalu dikuatkan oleh Allah karena ketika kita bersatu kita akan LEBIH KUAT DARI BAJA, LEBIH LEMBUT DARI SUTRA, DAN LEBIH BERCAHAYA DARI MATAHARI…

Sejatinya ukhuwah tidak menyakitkan.

Ukhuwah itu indah, seindah taman-taman yang dipenuhi bunga beraneka warna.

Pernah kita berbagi sejuta kisah.

Pernah, kita saling bergandengan tangan.

Melangkah, berlari, terjatuh, lalu bangkit.

Ingatkah, kau sahabat?

Kita berjanji, akan terus melangkah di sini, di jalan ini.Walau debu jalanan kadang membutakan mata. Perih. Walau kaki lecet bahkan terluka. Tapi aku dan kamu tau, ini, jalan yang telah kita pilih, pilihan sadar yang kita yakini sepenuh hati.

Mungkin, kamu tak kan lupa, bahwa kita juga manusia. Seringkali juga kepala kita saling berbenturan. Sakit. Dan aku akan berusaha untuk diam, menahan semua rasa yang ada. Berusaha menuliskan semuanya pada pasir-pasir. Berharap ombak akan menghapusnya. Dan aku akan segera melupakannya.

Sejatinya ukhuwah itu manis. Harumnya seperti wangi kopi di pagi hari. Seperti juga kalimat-kalimat penyejuk kalbu darimu yang kuterima di layar handphoneku. Atau tak perlu dengan kata-kata. Kadang dengan perhatian kecilmu padaku. Tanpa kau sadari, aku selalu menuliskannya di batu-batu berkilau dalam hatiku, berharap angin sekeras apapun tak akan menghapus ukiran indahnya.

Maaf, karena ketidaksempurnaanku. Seringkali juga rasa jenuh itu menyerang jiwaku yang rapuh. Dan ketika aku tlah letih dengan semuanya, ingin meninggalkan semua yang telah kita ikatkan kuat-kuat, pilihan yang kupunya hanyalah bertahan. Dan tetap bersama.

Karena ukhuwah itu ada, telah ada di hati kita sejak lama. Sejak pertama kali aku mengenalmu, saat kita masih naif dalam memandang dunia.

Kamu pasti ingat sebuah kisah indah ini,

dari Abu Hurairah ra, berkata, “Rasulullah bersabda, “Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemuinya dan berkata, “Kau mau ke mana?”Ia menjawab,”Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.Malaikat terus bertanya,”Apakah kamu akan memberikan sesuatu kepada saudaramu?”Dia menjawab,”Tidak ada, melainkan aku mencintainya karena Allah SWT. Malaikat berkata, ” Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tsb karena-Nya.” (HR. Muslim)

Begitulah cintaku padamu, sahabat. Aku mencintaimu karena-Nya. Karena impian kita, disediakan oleh Allah mimbar-mimbar cahaya di surga..

~eramuslim~oleh Lolli Adriani~