hmm…memang zaman itu selalu berubah dinamikanya.

aku prihatin dengan zaman ini. zaman dimana al-qur’an bukan menjadi pedoman utama lagi. banyak orang tak mempedulikan apa yang telah diajarkan Allah kepada umat manusia melalui surat cinta-Nya yang abadi sepanjang zaman ini. bukan hanya mengamalkan, membaca-Nya pun mungkin hanya dianggap kegiatan sampingan. Astaghfurullah…semoga kita bukan termasuk golongan orang-orang yang demikian.

Sabda Rasulullah saw,”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)

sudah lama sebenarnya ingin menulis tentang hal ini, tapi karena kekhilafan diri dalam mengatur waktu, baru sempatlah untuk berbagi kepada sahabat semua

awalnya terinspirasi ketika mengajar TPA, yang saat itu bertepatan dengan pengenalan ikrar santriwan-santriwati TKA-TPA. menikmati sensasi tersendiri ketika mengajarkan Islam pada generasi muda bangsa ini. keceriaan dan semangat mereka dalam menuntut ilmu menjadi pelepas kepenatanku. sensasi tiada tara ^^

andai saja semua orang mengamalkan apa yang telah diajarkan ketika mereka kecil di TPA masing-masing. hmm….ini dia Ikrar Santriwan-Santriwati TKA/TPA Indonesia

Kami santriwan santriwati

Taman Pendidikan Kanak-Kanak

Taman Pendidikan Al-Qur’an

INDONESIA

Bismillahirrahmanirrahim…..

Demi baktiku kepada Ilahi

dan cintaku kepada Al-Qur’an suci

Aku Berjanji :

1. Rajin shalat sepanjang hayat

2. Tak lupa mengaji setiap hari

3. Berbakti kepada ayah dan ibu

4. Taat dan hormat kepada guru

5. Menuntut ilmu tiada jemu

6. Setia kawan dan suka memaafkan

see?? coba cermati deh janji yang ke-2 di atas.

andai saja, poin kedua itu tadi tertanam kuat dalam setiap individu sejak kecil sampai saat ini, pasti negara kita akan lebih baik daripada kondisi yang sekarang ini. oke cukup, ini bukan saatnya menyalahkan masa lalu. yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita lebih mengenal dan mengamalkan al-qur’an dan kandungannya.

tak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan, termasuk kebaikan untuk berlomba-lomba meraih pahala kebaikan dengan lebih mencintai kalamullah…yuk amalkan ikrar santriwan santriwati TPA di atas. istiqomahkan diri untuk selalu membaca al-qur’an setiap hari. sesibuk apapun kita, pasti bisa disempatkan. lha wong ngobrol berlama-lama dengan teman aja betah, masa’ membaca surat cinta dari Sang Pencipta kita gk sempat…

 

istiqomah membaca tiap hari? gimana caranya??

mudah saja menjalankannya, bacalah al-qur’an setiap pagi hari setelah shalat subuh sebelum memulai kegiatan kita yang lain. insyaallah dengan membacanya disetiap pagi, hari-hari kita akan menjadi lebih barokah. tak harus 1 halaman atau 1 juz, mulailah kebiasaan yang super baik ini dengan membaca 3 ayat tiap pagi hari. percayalah, lama-kelamaan, jika kebiasaan ini di-istiqomah-kan hati akan merasa kurang ketika hanya membaca sedikit, dan secara otomatis hati ini akan rindu untuk berlama-lama dengan al-qur’an. membacanya, mentadabburinya, serta mengamalkannya di setiap langkah dan setiap hela nafas kita

Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas Radhiallahu ‘anhu yang maksudnya :
Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Perumpamaan orang beriman yang membaca al-Qur’an seperti perumpamaan buah al-utrujah yaitu buah yang berbau harum dan enak rasanya. Perumpamaan orang beriman yang tidak membaca al-Qur’an adalah seperti perumpamaan buah kurma, rasanya manis tetapi tidak ada baunya. Perumpamaan orang berbuat dosa (maksiat) yang membaca al-Qur’an adalah seperti ar-raihanah yang berbau harum tapi pahit rasanya. Perumpamaan orang berbuat dosa (maksiat) yang tidak membaca al-Qur’an adalah seperti buah al-hanzhalah yaitu buah yang pahit rasanya dan tidak ada baunya. Perumpamaan mendampingi orang yang salih adalah seperti mendampingi pemilik minyak wangi, sekali pun engkau tidak terkena minyaknya engkau tetap mendapat harum nya. Perumpamaan berdamping dengan teman yang jahat adalah seperti mendampingi orang yang menggunakan ububan (alat menghembus api), jika engkau tidak terkena hitamnya (daripada percikan api), namun engkau tetap terkena asapnya.”
(Hadis riwayat Abu Daud)

dan ini satu hadits yang membuatku ingin lebih memahami surat cinta dari-Nya

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa ‘at bagi pembacanya.” (HR. Muslim dari Abu Umamah).

 

Udah baca al-qur’an belum hari ini??