Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (QS Al-Baqarah : 23)
speechless (lagi) ketika membaca terjemah dari potongan ayat di surat cinta-Nya
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An-Nuur : 35)
lagi-lagi pagi ini hatiku tersadarkan tentang segala kelalaian yang membuat imanku tak berada pada posisinya yang tepat. ya…memang sudah kodratnya iman di qalbu ini naik dan turun, tapi sudah kodrat kita juga untuk selalu menjaganya tetap berada pada tempat yang selayaknya.
sungguh, sebuah ilmu itu adalah cahaya yang akan meresap ke dalam diri setiap insan ketika qalbu pada orang tersebut terhindar dari suatu kemaksiatan. karena setiap kemaksiatan akan membuat goresan hitam pada qalbu, yang jika dibiarkan terus menerus maka goresan hitam itu akan menutup seluruh qalbu. semoga kita senantiasa dapat menjaga iman di dalam qalbu ini dengan sebenar-benar iman.

 

sumber gambar: