Alhamdulillah… sampai dengan hari ini jantungku masih diperkenankan oleh Allah untuk berdenyut, mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuhku, paru-paruku pun masih bekerja dengan setia menukarkan karbondioksida dengan oksigen yang telah disediakan gratis oleh Dzat Yang Maha Kaya…Allah SWT

 

hari ini (H+2 lebaran 1433 H) kurasakan lagi rasa cinta, kasih sayang yang kesekian kalinya dari orang yang paling mencintaiku, orang yang mendidikku sejak dari kecil dengan penuh kesabaran yang diiringi dengan keteladana. ya, pasti kalian tau, karna hanya ada satu jawabannya…siapa lagi kalau bukan orang tuaku

hanya melalui sebuah teguran sederhana: “nanti pulang jam berapa dek?”,

tapi itu menunjukkan betapa besar rasa kasih sayang mereka, dan spesialnya lagi, itu diucapkan oleh bapakku. aku jadi semakin tau, ternyata diam-diam bapakku juga menaruh rasa khawatir yang amat sangat kalau sampai maghrib aku belum di rumah. awalnya hanya terasa biasa, tapi lama-kelamaan jadi luar biasa.

teringat kejadian hampir 1 tahun yang lalu, ketika tiba-tiba aku pulang dalam keadaan motor rusak parah, ibu jari bengkak, lecet di beberapa tempat. musim yang sama, yaitu musim mudik lebaran. siang itu aku silaturahim kalo gk salah ke tempat temanku di daerah giwangan, pulangnya mau mampir ke daerah proliman utk beli jam tangan, karna jam tangan ku yang lama pergi entah kemana. tapi yang namanya siang hari, penyakitku kambuh, ngantuk…akhirnya di depan RM sendang ayu kejadian itu terjadi

bruukk…aku serasa bangun dari tidur dengan rasa nyeri yang amat sangat di ibu jari kananku, tapi gk aku gubris. aku buka mataku dan keliatan mobil sedan warna hitam mulai menjauh. baru aku sadar kalo waktu naik motor itu aku sempat ketiduran dan nabrak mobil sedan itu tadi, tapi mungkin karna yg bawa mobil itu orang yg lagi mudik dan gk mau berurusan lama-lama akhirnya dia langsung pergi.

aku gk mau ngrepotin keluargaku, makanya setelah berhenti sejenak, ditolong sama pak tukang parkir aku pulang sendiri ke rumah dengan kondisi yang menurutku gk parah, cuma lecet-lecet aja. tapi di perjalanan nyeri di ibu jari gk nahan banget, sampai beberapa kali berhenti karna tangannya gk mampu buat nge-gas.

sampai rumah si ibu jari ni udah bengkak gede banget, keras pula. akhirnya bawa deh ke rumah sakit, karna rasa nyerinya gk biasa. ternyata pas di rontgen, tulangnya geser, di UGD ibu jariku ditarik sama dokternya. hmmmh…sakitnyeee unpredictable dah

alhamdulillah dari kejadian itu luka yg paling parah cm ibu jari yg geser. bersyukur banget rasanya, karna kondisi motor gk karuan banget, penyok sana-sini

dan kurasa kenapa bapak smp tanya pulang jam berapa itu untuk memastikan bahwa aku akan pulang pada jam yg udah disepakati, kalo belum keliatan juga dan gk ada kabar artinya perlu di cari. cukup kecelakaan yg ketiga itu aja, gk usah ditambah-tambah lagi. kesehatan itu mahal harganya, apalagi nyawa.

safety riding ya teman-teman…kalo ngantuk berhenti dulu biar bisa fokus lagi

 

siapapun kita, besar, kecil, tua, muda, miskin, kaya, presiden, buruh, atau betapa kita merasa tidak berartinya kita di suatu komunitas, tapi sesungguhnya kita adalah yang paling berarti, paling dicintai, paling bermakna, paling berharga bagi kedua orang tua kita. karena kita adalah anak…titipan amanah dari Allah untuk orang tua kita yang harus dijaga hingga nafas terakhir keduanya