Perjalanan hidup itu memang selalu ada titik kritisnya, nggak cuma sekali, tapi bakal terjadi berkali-kali.

*titik kritis? apa coba maksudnya??

yaa, itu sih bahasaku. kadang-kadang juga aku sebutnya titik balik, alias titik untuk mengembalikan semangat perjuangan yang seiring berjalannya waktu akan tergerus sedikit demi sedikit, seberapapun tingginya semangat perjuangan itu.

Kali ini titik balik itu berawal di akhir-akhir ramadhan 1433 H. Bermula di ajak oleh kakak angkatan untuk ngajuin KTI di acara Nutrition Fair 2012 yg diselenggarakan HIMAGIZI IPB. Sempat hopeless dan ragu-ragu pas udah mendekati deadline pengumpulan. Gimana enggak, kan karya tulisnya butuh acc dari WD kemahasiswaan tuh, eh ternyata pak WD baru ke LN dan baru balik pekan depannya, alias udah lewat dari deadline  pengumpulan. Untungnya, para panitia yang baik hati itu mau memaklumi keadaan ini, dan kami pun dapat dispensasi pengumpulan karya….alhamdulillah

Singkat cerita, karya kami yang ngumpulnya mepet deadline & kelupaan 1 hari untuk ngumpul softcopy-nya itu, lolos ke 5 besar, skornya tertinggi pula. Antara terkejut dan rasa syukur kepada Dzat Yang Maha Kaya. Yak karya itulah yang mengantarkan kami: aku sendiri, Mbak Qisthi, dan Mbak Hanum, jalan-jalan tambah pengalaman dalam rangka presentasi karya di Bogor, kota hujan yang katanya juga kota sejuta angkot *tapi bener euy, kemanapun mata memandang pasti kamu bakalan ngliat angkot* tepatnya di kampus IPB.

Sabtu, 22 September 2012

nervous tingkat dewa nunggu giliran presentasi. Tapi totally perform pas presentasi menurut kami sangat memuaskan. Pun didukung pertanyaan juri yang nggak aneh-aneh, mayoritas malah kasih saran2 yang memang belum sempat terpikir sama kita.

Lepas presentasi, rasanya ploong tanpa beban. Itu tadi usaha terbaik dari kami, terserah mau bilang apa, kami mengharapkan hasil akhir yang terbaik dari-Nya …waktunya acara bebas. Nggak mau kalah sama temen2 yang dateng jauh2 dari UNHAS, UNAIR, & UB, kami pun ikut foto2 di kawasan IPB dari segala penjuru *narsisnya keluar*

Presentasi clear, tiket pulang clear, 1 lagi yang masih kepikiran adalah oleh-oleh. Rencananya malem itu mau bolang bertiga menyusuri bogor cari roti unyil dan asinan bogor, udah tanya sana sini area yg jual oleh2. Tapiii untungnya kita dapat pencerahan dari 2 panitia konsumsi itu, “Wah, mending jangan keluar deh, nanti susah baliknya, soalnya angkot cuma smp jam stgh 10 maksimal. Pun kalo kalian keluar jam segini, belum tentu pas smp sana tokonya masih buka”. Akhirnya niat mbolang malem hari itu dibatalkan. Sebagai gantinya, kita menyusuri kampus IPB ke daerah pertokoan samping kampus. Namanya sih samping kampus, tapi kita kan ada di tengah2nya IPB, yaa jadi jalannya lumayan bikin kringetan juga.

Walaupun malam hari, area dalam kampus tetep aja rame, seakan ada pedesaan kecil di tengah gedung-gedung tinggi yang menjulan. yaa maklum laah, mahasiswa tahun pertamanya diwajibkan tinggal di asrama kampus. Petualangannya jadi  ttp rame, suka deh😀

Minggu, 23 September 2012

voilaa…hari pengumuman yang dinantikan pun tiba. Pagi ini sekalian packing karna kita bakal chaw ke jogja jam 3 nanti.

Diawali dengan jalan pagi ke GWW, sambil susur hutannya IPB, seru kayak sekolah alam, haha. Seminar NF12 dengan konsep acara yang beda dari seminar-seminar biasa. Tarian persembahan, backsound yang mantab jaya, MC seminar yang super duper heboh (?), dan pastinya pembicara-pembicara yang super mantaabb. Oiya waktu penampilan tari itu sempat nyeletuk, “cowo’ gizi di IPB termanfaatkan dengan maksimal ya, mereka tetep eksis di kalangan para wanita”. Kalo dihitung-hitung kaum laki-laki di gizi ini beberapa kali lipat lebih banyak daripada di UGM, ckck.

Tengah hari pun tiba, kekhawatiran yang ditunggu-tunggu akan terjawab. Tepat sekitar jam 2, nama tim kami disebut. Yap alhamdulillah dapat juara 2 LKTI…😀

Agak meleset dari perkiraan, tapi itulah hasil dari segala usaha kami selama ini. keputusan juri nggak bisa di ganggu gugat, sekarang tinggal menunggu transparansi nilai untuk laporan ke fakultas, biar uang bantuannya bisa turun.

Pengalaman jalan-jalan ke kota orang memang yang tak akan bisa terlupakan. 2 hari di kota hujan itu rasanya masih sangat kurang, apalagi belum sempat puter-puter Bogor. Belum sempat ngrasain duduk di dalam angkot yang menurutku super mini itu. Belum sempat juga ngrasain hawa dinginnya Bogor kalo pas ujan. Tapi melihat sisi lain dari kawasan kampus yang rindang, teduh, nan damai itu menjadi recharge energi tersendiri. Recharge energi untuk berprestasi lebih banyak dan lebih baik lagi. Menjelajah kota dan negri orang, berkenalan dengan lebih banyak teman, berbagi asa, berbagi cerita, menjadi bekal untuk meng-upgrade diri agar bisa lebih memahami arti sebuah perjalanan panjang dari kehidupan yang sebenarnya sangat singkat ini.

Sampai jumpa lagi Bogoor…^^

*special thanks to all Nutrition Fair 2012 committee, especially LKTI committe mbak Niken, mbak Fajar, Yazid, Irham, Kadek #cuma ini sih yg aku kenal namanya,