Berkunjung ke Kota Hujan

Leave a comment

Perjalanan hidup itu memang selalu ada titik kritisnya, nggak cuma sekali, tapi bakal terjadi berkali-kali.

*titik kritis? apa coba maksudnya??

yaa, itu sih bahasaku. kadang-kadang juga aku sebutnya titik balik, alias titik untuk mengembalikan semangat perjuangan yang seiring berjalannya waktu akan tergerus sedikit demi sedikit, seberapapun tingginya semangat perjuangan itu.

Kali ini titik balik itu berawal di akhir-akhir ramadhan 1433 H. Bermula di ajak oleh kakak angkatan untuk ngajuin KTI di acara Nutrition Fair 2012 yg diselenggarakan HIMAGIZI IPB. More

Belajar Memahami

Leave a comment

Alhamdulillah… sampai dengan hari ini jantungku masih diperkenankan oleh Allah untuk berdenyut, mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuhku, paru-paruku pun masih bekerja dengan setia menukarkan karbondioksida dengan oksigen yang telah disediakan gratis oleh Dzat Yang Maha Kaya…Allah SWT

 

hari ini (H+2 lebaran 1433 H) kurasakan lagi rasa cinta, kasih sayang yang kesekian kalinya dari orang yang paling mencintaiku, orang yang mendidikku sejak dari kecil dengan penuh kesabaran yang diiringi dengan keteladana. ya, pasti kalian tau, karna hanya ada satu jawabannya…siapa lagi kalau bukan orang tuaku

hanya melalui sebuah teguran sederhana: “nanti pulang jam berapa dek?”,

tapi itu menunjukkan betapa besar rasa kasih sayang mereka, dan spesialnya lagi, itu diucapkan oleh bapakku. aku jadi semakin tau, ternyata diam-diam bapakku juga menaruh rasa khawatir yang amat sangat kalau sampai maghrib aku belum di rumah. awalnya hanya terasa biasa, tapi lama-kelamaan jadi luar biasa.

teringat kejadian hampir 1 tahun yang lalu, ketika tiba-tiba aku pulang dalam keadaan motor rusak parah, ibu jari bengkak, lecet di beberapa tempat. musim yang sama, yaitu musim mudik lebaran. siang itu aku silaturahim kalo gk salah ke tempat temanku di daerah giwangan, pulangnya mau mampir ke daerah proliman utk beli jam tangan, karna jam tangan ku yang lama pergi entah kemana. tapi yang namanya siang hari, penyakitku kambuh, ngantuk…akhirnya di depan RM sendang ayu kejadian itu terjadi

bruukk…aku serasa bangun dari tidur dengan rasa nyeri yang amat sangat di ibu jari kananku, tapi gk aku gubris. aku buka mataku dan keliatan mobil sedan warna hitam mulai menjauh. baru aku sadar kalo waktu naik motor itu aku sempat ketiduran dan nabrak mobil sedan itu tadi, tapi mungkin karna yg bawa mobil itu orang yg lagi mudik dan gk mau berurusan lama-lama akhirnya dia langsung pergi.

aku gk mau ngrepotin keluargaku, makanya setelah berhenti sejenak, ditolong sama pak tukang parkir aku pulang sendiri ke rumah dengan kondisi yang menurutku gk parah, cuma lecet-lecet aja. tapi di perjalanan nyeri di ibu jari gk nahan banget, sampai beberapa kali berhenti karna tangannya gk mampu buat nge-gas.

sampai rumah si ibu jari ni udah bengkak gede banget, keras pula. akhirnya bawa deh ke rumah sakit, karna rasa nyerinya gk biasa. ternyata pas di rontgen, tulangnya geser, di UGD ibu jariku ditarik sama dokternya. hmmmh…sakitnyeee unpredictable dah

alhamdulillah dari kejadian itu luka yg paling parah cm ibu jari yg geser. bersyukur banget rasanya, karna kondisi motor gk karuan banget, penyok sana-sini

dan kurasa kenapa bapak smp tanya pulang jam berapa itu untuk memastikan bahwa aku akan pulang pada jam yg udah disepakati, kalo belum keliatan juga dan gk ada kabar artinya perlu di cari. cukup kecelakaan yg ketiga itu aja, gk usah ditambah-tambah lagi. kesehatan itu mahal harganya, apalagi nyawa.

safety riding ya teman-teman…kalo ngantuk berhenti dulu biar bisa fokus lagi

 

siapapun kita, besar, kecil, tua, muda, miskin, kaya, presiden, buruh, atau betapa kita merasa tidak berartinya kita di suatu komunitas, tapi sesungguhnya kita adalah yang paling berarti, paling dicintai, paling bermakna, paling berharga bagi kedua orang tua kita. karena kita adalah anak…titipan amanah dari Allah untuk orang tua kita yang harus dijaga hingga nafas terakhir keduanya

Leave a comment

Memang sejatinya masing-masing dari kita adalah salah satu diantara bata-bata yang menyusun kokohnya peradaban Islam.
Perjuangan di jalan dakwah ini akan rapuh tanpa adanya kekuatan yang utuh.
Perjalanan ini mengajarkan untuk menggantikan atau tergantikan, tak hanya berbagi kesusahan, tapi juga berbagi kekuatan.
Yakinlah…Jalan ini tak akan pernah sepi dari saling melengkapi, saling menasihati

~untukmu saudara seimanku~

curhat sejenak

Leave a comment

Waaah….udah lama banget tak bersua sama blog-ku tersayang

Sebegitu sibuknyakah aku??? Atau hanya mencari-cari kesibukkan?? Gimana mau jadi penulis handal kalo terhalang tumpukan laporan aja jadi vakum nulis. Padahal kata-kata masih sangat berantakan, kalo gk selalu latihan nulis sejak dari sekarang mimpi itu mungkin hanya akan tertulis di kertas berwarna biru ini….tidak tidak tidaaak….nggak boleh sekedar menjadi tinta yang mengering tanpa ada kesan yang berarti. Pasti bisaa :D

Fight fight fight!!!

2 Comments

The doctor of the future will no longer treat the human frame with drugs, but rather will cure and prevent disease with nutrition.

Thomas Alfa Edison

Leave a comment

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An-Nuur : 35)

sumber gambar

Cahaya atas cahaya

Leave a comment

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (QS Al-Baqarah : 23)
speechless (lagi) ketika membaca terjemah dari potongan ayat di surat cinta-Nya
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An-Nuur : 35)
lagi-lagi pagi ini hatiku tersadarkan tentang segala kelalaian yang membuat imanku tak berada pada posisinya yang tepat. ya…memang sudah kodratnya iman di qalbu ini naik dan turun, tapi sudah kodrat kita juga untuk selalu menjaganya tetap berada pada tempat yang selayaknya.
sungguh, sebuah ilmu itu adalah cahaya yang akan meresap ke dalam diri setiap insan ketika qalbu pada orang tersebut terhindar dari suatu kemaksiatan. karena setiap kemaksiatan akan membuat goresan hitam pada qalbu, yang jika dibiarkan terus menerus maka goresan hitam itu akan menutup seluruh qalbu. semoga kita senantiasa dapat menjaga iman di dalam qalbu ini dengan sebenar-benar iman.

 

sumber gambar:

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.